Pentingnya mengatur Jadwal Makan Anak

Kompas tanggal 23 maret 2014 memuat artikel menarik soal pengaturan jadwal makan anak. Artikel ditulis oleh dr. Sri S Nasar Sp.A (K) dari IDAI. Berikut artikelnya :

Pemberian makan merupakan keharusan demi kelangsungan hidup dan tumbuh kembang optimal serta kualitas hidup seorang anak, khususnya anak batita (bawah tiga tahun). Pemberian makan ini tidak hanya urusan kualitas dan kuantitas, tetapi merupakan kegiatan interaktif antara anak dan pemberi makan. Dalam kegiatan interaktif ini, banyak aspek yang sering kali dilupakan atau tidak terpikirkan, misalnya pembinaan suasana dan lingkungan, sikap responsif terhadap bahasa tubuh anak (tanda lapar/kenyang), pengaturan jadwal makan dan lain-lain.

Regulasi rasa lapar dan kenyang  dipengaruhi faktor eksternal dan faktor internal. Pada anak, sangat untuk membangun regulasi internal agar anak mampu menyadari rasa lapar dan kenyang yang timbul pada dirinya. Selain itu, rasa lapar terkait dengan masa pengosongan lambung. Pada anak normal, waktu rerata pengosongan lambung adalah 50% dalam waktu 100 menit untk makanan padat dan 75 menit untuk makanan cair. Waktu pengosongan makin cepat sejalan dengan bertambahnya usia anak.

Salah satu upaya membangun regulasi internal adalah mengatur jadwal makan yang dikaitkan dengan pengosongan lambung. Dalam sehari anak perlu makan 3 kali sehari, 1-2 kali makanan selingan (snack) dan ASI/susu 2-3 kali. Prinsip dan keberhasilan pemberian makan pada anak, khususnya batita adalah “beri anak makan saat anak merasa lapar”. Karenanya, sangatlah penting membuat jadwal makan yang teratur dan terencana(lihat contoh) dan diantara waktu makan hanya boleh mengonsumsi air putih. Jangan biasakan anak ngemil karena hal ini akan menyebabkan anak tidak merasa lapar ketika waktu makan tiba.

jadwal makan anak

Disamping pengaturan jadwal makan, lakukan responsive feeding karena saat pemberian makan bukan hanya makanan yang perlu diberikan, tetapi juga pembelajaran dan kasih sayang. Orang tua harus peka terhadap bahasa tubuh (kenali tanda lapar dan kenyang). Perlu diketahui oleh para orangtua bahwa anaklah yang menentukan jumlah makanan yang dibutuhkannya. Lakukan kontak mata dan berbicaralah dengan anak. Motivasi anak untuk mencoba makan sendiri, dampingi anak selama proses makan berlangsung. Anak dapat diajak makan bersama keluarga sehingga dia belajar bagaimana seharusnya makan dengan mencontoh orang di sekitarnya.

Contoh jadwal makan anak

06.00     ASI
08.00     Makan pagi
10.00     Makanan selingan
12.00     Makan siang
14.00     ASI
16.00     Makanan selingan
18.00     Makan malam
21.00     ASI
(02.00    ASI bila perlu)

Food rules applicable to children beyond infancy (Chatoor, 2004)

1. Terjadwal

  • Jadwal makan termasuk snack teratur dan terencana
  • Lama makan tidak lebih dari 30 menit
  • Diantara waktu makan hanya boleh mengonsumsi air putih

2. Lingkungan

  • Netral, tidak dipaksa meskipun anak hanya makan 1-2 suap.
  • Jangan memberikan makan sebagai hadiah
  • TIdak sambil bermain atau nonton televisi

3. Prosedur makan

  • Porsi kecil
  • Hentikan pemberian makan jika setelah 15 menit anak bermain- main tanpa makan atau tampak kesal dan membuang-buang makanannya.
  • Anak dimotivasi untuk makan sendiri
  • Membersihkan mulut hanya setelah makan selesai.
Lazada Indonesia
kesehatan anak tagged this post with: , , Read 68 articles by