Menerapkan disiplin pada anak

Ada artikel menarik dari suatu situs tentang penerapan disiplin pada anak. Artikel ini ditulis psikolog anak Evita Imelda, M.Psi.

Disiplin adalah kata yang sering kita dengar, terutama dalam kaitannya dengan pengasuhan anak. Namun demikian, ternyata tidak semua orang memahami apa yang dimaksud dengan disiplin. Disiplin seringkali disalahartikan dengan hukuman, sehingga orangtua menganggap mendisiplinkan anak berarti menghukum anak.

disiplin anak

Yang dimaksud dengan disiplin adalah metode mengajarkan anak mengenai kontrol diri (self control) agar anak dapat membuat pilihan perilaku yang tepat sebelum bertindak sehingga berperilaku sesuai yang diharapkan. Disiplin juga dapat diartikan sebagai suatu set aturan yang menentukan perilaku seseorang. Sedangkan hukuman adalah tindakan yang diambil/dilakukan saat aturan dilanggar oleh anak. Dalam hal ini, hukuman adalah sesuatu yang diterima anak dari orang lain, sedangkan dalam disiplin, kita mengharapkan anak belajar untuk menginternalisasi aturan yang ada.

Disiplin perlu diterapkan kepada anak-anak sejak sedini mungkin agar orangtua dapat mempersiapkan anak untuk masa dewasa kelak ketika anak akhirnya akan tergantung sepenuhnya pada disiplin diri. Apabila anak sudah terbiasa untuk disiplin sejak kecil maka ia tidak akan kesulitan untuk memahami aturan dan nilai-nilai dalam masyarakat dan mampu berperilaku adaptif dalam kehidupannya.

Dalam disiplin, ada tiga unsur penting yang berperan, yaitu: aturan yang berfungsi sebagai pedoman penilaian, sanksi atau hukuman bagi pelanggaran aturan tersebut dan hadiah (reward) untuk perilaku yang baik/sesuai aturan. Berkaitan dengan hal tersebut, ada beberapa hal yang harus diingat orangtua saat menerapkan disiplin pada anak:

  • Aturan. Pastikan anak sudah memahami aturan yang ada. Orangtua harus menjelaskan kepada anak mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Dengan demikian, pemberian konsekuensi didasarkan pada apa yang dilakukan oleh anak.
  • Kontrol. Orangtua harus mengontrol reaksi awal saat melihat perilaku buruk anak. Jangan langsung marah atau teriak. Abaikan apabila anak berperilaku buruk untuk menarik perhatian orangtua.
  • Respon. Berespon terhadap sumber atau penyebab perilaku buruk, bukan bereaksi terhadap perilaku buruknya. Misal: anak melempar mainannya. Orangtua sebaiknya mencari tahu mengapa anak melakukan hal tersebut, apakah karena ia sedang kesal atau ingin mencari perhatian, dan bukannya memarahi anak karena melempar-lempar barang.
  • Reward. Berikan reward setiap kali anak menampilkan perilaku yang baik.
  • Berikan alternatif. Saat anak berperilaku buruk, coba berikan alternatif kepada anak. Misal: saat anak baru belajar menulis, mungkin saja ia akan menulis di dinding yang memungkinkannya leluasa menulis. Berikan alternatif dengan memberinya kertas besar dan memintanya untuk menulis di situ.

disiplin anak

Dalam menerapkan disiplin, kuncinya adalah konsistensi. Apabila orangtua secara konsisten menerapkan aturan dan konsekuensinya, anak akan terbiasa untuk berperilaku sesuai yang diharapkan dan nilai-nilai tersebut pun akan terinternalisasi dalam dirinya.

Beberapa TIPS bagi orangtua dalam menerapkan disiplin pada anak:

  • Pembinaan disiplin dilakukan sesuai dengan usia dan perkembangan anak.
  • Pembinaan disiplin harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan anak.
  • Pemberian hadiah atau pujian bagi anak yang berdisiplin lebih baik daripada menghukum anak-anak yang melanggar disiplin.
  • Anak-anak usia ini memiliki daya ingat yang pendek. Orangtua tidak bisa mengharapkan mereka langsung memahami apa yang diajarkan dalam sekejap. Orangtua perlu mengulangi berkali-kali sampai si kecil mengikuti aturan yang dibuat.
  • Terlalu banyak kata “tidak” atau “jangan” membuat aturan tidak lagi efektif, karena anak tidak berani melakukan apa pun. Cobalah menawarkan alternatif untuk setiap kata “tidak”. Misalnya dengan mengatakan, “Sayang, buku ayah jangan dimainkan. Ayo kita cari bukumu sendiri dan kita lihat isinya! Pasti asyik!”
  • Contoh nyata dari orangtua merupakan ’nasihat’ terbaik untuk anak dalam pembinaan disiplin.
  • Hukuman fisik tidak pernah dibenarkan dalam pembinaan disiplin.

 

Tagged with 

Comments are closed.