Imunisasi Polio

Tujuan imunisasi polio

Imunisasi polio diberikan dengan tujuan untuk mencegah anak terjangkit penyakit polio. Penyakit polio dapat menyebabkan anak menderita kelumpuhan pada kedua kakinya dan otot-otot wajah.

imunisasi polio

Jenis imunisasi polio

Imunisasi polio ada 2 macam. Yang pertama vaksin virus polio oral. Pemberiannya diberikan dengan cara diteteskan ke mulut bayi. Vaksin jenis kedua berupa vaksin polio inactivated artinya vaksin jenis ini berisi virus polio yang sudah tidak aktif. Pemberiannya dilakukan dengan cara suntikan. Diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak 2 bulan.

Pemberian imunisasi polio

Imunisasi polio diberikan pada bayi baru lahir sebagai dosis awal kemudian diteruskan dengan imunisasi dasar mulai umur 2-3 bulan dengan interval waktu 6-8 minggu. Biasanya diberikan bersamaan dengan imunisasi DPT karena jadwalnya yang bersamaan. Bila pada pemberian imunisasi polio yang diteteskan bayi muntah dalam waktu 10 menit maka pemberiannya harus diulang.

Yang harus diperhatikan setelah imunisasi polio

Setelah anak mendapat imunisasi polio maka pada tinja si anak akan terdapat virus polio selama 6 minggu sejak pemberian imunisasi. Karena itu, untuk mereka yang berhubungan dengan bayi yang baru saja diimunisasi polio supaya menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah mengganti popok bayi.

Imunisasi polio booster

Imunisasi polio booster(ulangan/penguat) harus dberikan sebelum masuk sekolah yaitu bersamaan dengan imunisasi booster DPT. Lihat jadwal imunisasi.

Efek samping imunisasi polio

Diperkirakan terdapat 1 kasus polio berkaitan dengan imunisasi polio terjadi setiap 2,5 juta dosis OPV yang diberikan. Hal ini tidak cukup menjadi alasan untuk mengadakan perubahan terhadap kebijakan pemberian imunisasi polio karena imunisasi polio terbukti sangat berguna bagi kesehatan anak.

Sebagian kecil anak setelah imunisasi dapat mengalami gejala pusing, diare ringan, nyeri otot.

Kapan anak tidak boleh diberikan imunisasi polio?

  • Anak demam tinggi diatas 38,5oC.
  • Anak sedang diare atau muntah
  • Anak yang sedang mendapat pengobatan obat yang menurunkan kekebalan tubuh
  • Anak yang menderita kanker atau penyakit hipogamaglobulin
  • Anak yang mempunyai riwayat alergi neomisin, polimiksin dan streptomisin.

Artikel menarik : kejang demam , susu soya

Popular search terms:

Comments are closed.