Imunisasi hepatitis B

Infeksi virus hepatitis B menyebabkan sedikitnya satu juta kematian tiap tahun. Indonesia termasuk daerah dengan banyak penderita hepatitis B. Untuk mengurangi jumlah penderita hepatitis B, vaksinasi pada bayi baru lahir merupakan upaya yang paling efektif dalam menurunkan jumlah penderita hepatitis B.

Siapa yang harus mendapat imunisasi hepatitis B?

  • Semua bayi baru lahir tanpa memandang status apakah ibunya menderita hepatitis B atau tidak
  •  Orang yang karena pekerjaan berisiko tertular hepatitis B (tenaga medis dll)
  • Orang yang menjalani cuci darah
  •  Orang yang menderita penyakit yang membutuhkan transfusi darah berulang (pasien thalasemia)
  • Pemakai narkoba suntik
  • Orang yang tinggal serumah dengan pengidap hepatitis B

imunisasi hepatitis b 300x154 Imunisasi hepatitis B

Jadwal dan dosis imunisasi hepatitis B

  •  Minimal pemberian sebanyak 3 kali disuntikkan di otot paha.
  • Imunisasi pertama diberikan segera setelah lahir
  • Jadwal imunisasi hepatitis B yang dianjurkan adalah usia 0,1,6 bulan.
  • Interval antara imunisasi hepatitis B pertama dengan imunisasi hepatitis B ke dua minimal 1 bulan. Memperpanjang interval ini tidak mempengaruhi antibody yang terbentuk.
  • Imunisasi hepatitis B yang ketiga merupakan penentu respon antibody. Semakin panjang jarak antara imunisasi hepatitis B yang kedua dengan imunisasi hepatitis B yang ketiga semakin banyak jumlah antibodi yang terbentuk.
  •  Bila sesudah imunisasi hepatitis B pertama, imunisasi terputus, segera berikan imunisasi kedua. Sedangkan imunisasi ketiga diberikan dengan jarak minimal 2 bulan dari imunisasi kedua
  • Bila imunisasi hepatitis B ketiga terlambat, diberikan segera setelah memungkinkan.

Catch up imunisasi hepatitis B

Anak yang terlambat atau belum pernah mendapat imunisasi hepatitis B dapat diberikan kapanpun anak siap diimunisasi. Tetap dijadwalkan 3 kali pemberian dengan jarak antara yang pertama dan kedua minimal 4 minggu, sedangkan jarak antara imunisasi kedua dan ketiga minimal 8 minggu.1

Efektivitas dan lama proteksi imunisasi hepatitis B

Efektivitas imunisasi hepatitis B dalam mencegah infeksi virus hepatitis B adalah 90%-95%. Tingkat proteksi setelah imunisasi dapat diketahui dengan memeriksa kadar anti HBs dalam darah. Bila kadar anti HBs di atas 10 mIU/mL maka dianggap masih memiliki efek proteksi.

Pada bayi dan anak, pemeriksaan anti HBs setelah imunisasi hepatitis B tidak dianjurkan. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk orang – orang dengan resiko tinggi ertular hepatitis B.

Efek samping imunisasi hepatitis B

Efek samping imunisasi hepatitis B yang terjadi umumnya berupa reaksi local yang ringan seperti kemerahan pada daerah suntikan. Kadang – kadang dapat menimbulkan demam ringan 1-2 hari.

Kontra indikasi imunisasi hepatitis B

Sampai saat ini tidak ada kontra indikasi absolute pemberian imunisasi hepatitis B. Artinya, anak demam, batuk,pilek bukan halangan untuk pemberian imunisasi hepatitis B.

Daftar Pustaka

    1.    Satgas imunisasi IDAI. Pedoman imunisasi di Indonesia. Pedoman imunisasi di Indonesia. 2008.

 

 

Popular search terms:

Kesehatan Anak Info

Kuesioner alergi anak

Apakah anak anda menderita penyakit alergi?ingin tahu lebih lanjut? Anda berdomisili di Jakarta. Isi kuesioner penelitian Dr.Meida bekerjasama dengan divisi alergi imunologi Ilmu Kesehatan Anak FKUI. Klik di di sini Dr. Meida Tanukusumah

Like Me