Imunisasi DPT

Tujuan imunisasi DPT

Imunisasi DPT bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap 3 penyakit penting yaitu difteri, tetanus dan pertusis.

imunisasi dpt Imunisasi DPT

Jadwal imunisasi DPT

Imunisasi DPT termasuk salah satu imunisasi dasar di Indonesia. Imunisasi DPT diberikan sebanyak 3 kali. Diberikan pada anak mulai usia lebih dari 6 minggu dengan interval 1-2 bulan untuk pemberian selanjutnya. Pemberian imunisasi DPT pada anak usia kurang dari 6 minggu tidak dianjurkan karena respon terhadap pertusis tidak optimal.

Kapan diberikan imunisasi DPT ulangan (booster)?

Imunisasi DPT ulangan diberikan 1 kali pada usia 18 bulan. Dan diulang lagi ketika usia 5 tahun

Pemberian imunisasi DPT

Imunisasi DPT diberikan dengan cara menyuntikkan vaksin DPT ke otot anak. Biasanya penyuntikan dilakukan di otot paha.

Biaya imunisasi DPT

Karena termasuk imunisasi dasar yang diwajibkan maka biaya imunisasi DPT digratiskan pemerintah. Anda dapat melakukan imunisasi DPT anak anda di posyandu atau puskesmas terdekat.

Jenis vaksin DPT

Imunisasi DPT merupakan salah satu jenis  vaksin combo. Artinya, dalam satu vaksin mengandung beberapa jenis vaksin untuk beberapa jenis penyakit. Saat ini terdapat 2 jenis vaksin DPT.

Yang pertama dengan kandungan seluruh sel kuman pertusis (whole cell pertussis) disingkat dengan DTwP. Vaksin kombo inilah yang tersedia di posyandu dan puskesmas.

Yang kedua , yang tidak mengandung  kuman pertusis, tapi berisi komponen spesifik toksin dari kuman pertusin, disebut sebagai aseluler pertusis, disingkat DTaP. Keuntungan vaksin yang ini, angka kejadian komplikasi yang ditimbulkan lebih sedikit dibanding vaksin yang whole cell. Artinya, lebih sedikit bikin demam , bengkak,nyeri atau komplikasi lainnya. Kerugiannya, harganya relatif mahal.

Biasanya dokter akan menanyakan, bu mau yang bikin panas atau yang tidak panas? Maksud dokternya, vaksin yang bikin panas yang whole cell, sedang yang tidak bikin panas yang aseluler.

Komplikasi imunisasi DPT

  • Reaksi lokal pada bekas tempat penyuntikan berupa kemerahan,bengkak dan nyeri. Kejadian ini terjadi pada 42,9% penerima imunisasi DPT.
  • Demam ringan. Hanya sekitar 2,2% yang mengalami demam tinggi
  • Anak gelisah dan menangis terus menerus selama beberapa jam pasca suntikan
  • Kejang demam terjadi sebanyak 0,06%
  • Reaksi alergi dan ensefalopati sangat jarang

Kapan anak tidak boleh diberikan imunisasi DPT?

  • Bila anak pada pemberian imunisasi DPT sebelumnya,  menunjukkan reaksi alergi berat yang disebut anafilaksis.
  • Anak menderita gangguan otak yang disebut ensefalopati ( ditandai penurunan kesadaran dan kejang) pasca pemberian imunisasi DPT sebelumnya.

 

 

Popular search terms:

Kirim ke teman:
facebook Imunisasi DPTtwitter Imunisasi DPTgoogle plus Imunisasi DPTwhatsapp Imunisasi DPTpinterest Imunisasi DPTline Imunisasi DPTyahoo Imunisasi DPTgmail Imunisasi DPT
Lazada Indonesia