Bolehkah sebelum imunisasi anak diberikan obat penurun panas?

Boleh. Sebaiknya 30 menit sebelum imunisasi suntik, terutama DPT, boleh diberikan obat penurun panas kepada anak untuk mengurangi nyeri dan demam pasca vaksinasi. Kemudian dilanjutkan setiap 3-4 jam bila masih demam atau nyeri, maksimal 6 kali dalam 24 jam. Obat penurun panas tidak mempengaruhi potensi vaksin. Jika keluhan masih berlanjut, segera datang ke dokter anda.

Jika sedang minum antibiotik bolehkah diimunisasi?

Boleh. Karena antibiotik tidak mengganggu potensi vaksin. Yang harus dipertimbangkan adalah penyakit dan keadaan anak saat di imunisasi.

imunisasi

Jika anak sedang batuk pilek bolehkah diimunisasi?

Boleh. Batuk pilek tanpa demam boleh diimunisasi, kecuali bila bayi sangat rewel, imunisasi dapat ditunda 1-2 minggu kemudian.

Penderita alergi bolehkah diimunisasi?

Pasien asma,eksim dan pilek alergi boleh diimunisasi. Tetapi kita harus sangat berhati-hati jika anak alergi berat terhadap telur. Jika ada riwayat reaksi alergi berat terhadap telur maka anak tidak boleh diberikan imunisasi influenza. Sedangkan untuk vaksin MMR karena kejadian reaksi anafilaktik sangat jarang, masih boleh diberikan dengan pengawasan.

Apakah penderita epilepsi boleh diimunisasi?

Riwayat kejang atau epilepsi di dalam keluarga bukan kontra indikasi atau alasan untuk memberikan vaksinasi DPT. Orangtua atau pengasuh harus diingatkan bahwa sesudah vaksinasi dapat timbul demam, oleh karena itu dianjurkan untuk segera memberikan obat penurun panas.

 

Pedoman Imunisasi di Indonesia. Satgas imunisasi IDAI.2008

Popular search terms:

Tagged with 

Comments are closed.