ASI dan Ibu HIV

Saat ini jumlah yang terkena infeksi HIV sudah semakin banyak. Termasuk ibu – ibu yang masih dalam usia produksi. Bila ibu yang terkena infeksi HIV hamil maka dilakukan langkah – langkah khusus untuk mencegah penularan virus HIV ke bayi seperti pemberian obat ARV, melahirkan melalui operasi cesar yang terencana, pemberian obat ARV untuk bayi sesudah lahir dan tidak memberikan air susu ibu(ASI) bila tersedia susu formula dan terpenuhinya syarat AFASS.

asi hiv

Berikut rekomendasi world health organization( WHO 2009) untuk para  ibu yang menderita infeksi HIV.

  • Ibu tidak diperbolehkan menyusui sama sekali jika  susu formula dapat diterima bayi, dapat dilaksanakan, mampu dibeli,  berkelanjutan dan aman.  (AFASS acceptable, feasible, affordable, sustainable dan safe).
  • Jika ibu dan bayi mendapat  obat ARV (Anti Retroviral) maka dapat dianjurkan untuk  memberikan ASI eksklusif hingga bayi  berusia 6 bulan dan dilanjutkan memberikan ASI hingga bayi berumur 1 tahun bersama dengan pemberian  makanan pendamping ASI yang aman.
  • Bila ibu dan bayi tidak mendapat obat ARV, rekomendasi WHO 1996 berlaku, yaitu pemberian ASI eksklusif yang harus diperah dan dihangatkan sampai usia bayi 6 bulan dilanjutkan dengan susu formula dan makanan pendamping ASI yang aman.

Sumber

Website ikatan dokter anak indonesia

Popular search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *